Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini menjadi bagian dari perubahan kurikulum untuk memperkenalkan kemampuan bahasa asing sejak pendidikan dasar.
Persiapan tidak hanya dilakukan di sekolah umum. Kementerian Agama (Kemenag) juga menyiapkan peningkatan kompetensi guru madrasah melalui kerja sama dengan British Council agar pembelajaran Bahasa Inggris di MI dapat berjalan lebih baik.
Perubahan tersebut penting diketahui orang tua, guru, dan pengelola madrasah. Sebab, penerapan mata pelajaran wajib membutuhkan kesiapan tenaga pendidik, metode pengajaran yang sesuai usia anak, serta penyesuaian pembelajaran di sekolah.
Ketentuan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib SD dan MI pada tahun ajaran 2027/2028 tercantum dalam regulasi kurikulum. Dengan demikian, tahun 2027 menjadi masa peralihan menuju penerapan yang lebih luas, bukan sekadar rencana tanpa dasar kebijakan.
Mulai Tahun Ajaran 2027/2028, Bahasa Inggris Beralih Menjadi Mapel Wajib

Selama masa transisi, Bahasa Inggris masih dapat diselenggarakan sebagai mata pelajaran pilihan berdasarkan kesiapan satuan pendidikan. Ketentuan tersebut berlaku hingga tahun ajaran 2026/2027.
Perubahan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028 diatur dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang mengubah ketentuan kurikulum sebelumnya. Aturan ini mencakup sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, dan satuan pendidikan lain yang sederajat.
Untuk penerapannya, Bahasa Inggris dimulai pada kelas 3 SD dan MI. Kebijakan ini memberi waktu bagi sekolah dan madrasah untuk mempersiapkan tenaga pendidik serta menyesuaikan proses belajar sebelum kewajiban tersebut berlaku.
Pada jenjang awal, pengenalan Bahasa Inggris perlu mempertimbangkan perkembangan kemampuan dasar anak. Pembelajaran di kelas rendah tidak harus langsung menekankan tata bahasa yang rumit, tetapi dapat dimulai dari kosakata, ungkapan sederhana, mendengarkan, dan percakapan sehari-hari.
Kemenag Gandeng British Council untuk Tingkatkan Kompetensi Guru
Kesiapan guru menjadi salah satu faktor penting dalam penerapan kebijakan ini. Tidak semua madrasah memiliki guru dengan latar belakang pendidikan Bahasa Inggris, sehingga peningkatan kemampuan mengajar diperlukan agar siswa memperoleh pembelajaran yang sesuai.
Pada November 2025, Kemenag menandatangani nota kesepahaman dengan British Council dan Kedutaan Besar Inggris untuk memperkuat mutu pendidikan madrasah. Kerja sama ini mencakup pengembangan kompetensi guru, termasuk program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Sebelumnya, kolaborasi Kemenag dan British Council telah mendukung pelatihan daring bagi 720 guru Bahasa Inggris di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas pendidik di lingkungan madrasah.
Meski demikian, program untuk guru MTs dan MA tidak otomatis sama dengan pelatihan bagi guru MI. Kebutuhan pengajaran di tingkat sekolah dasar memiliki karakteristik tersendiri karena siswa masih berada pada tahap membangun kemampuan literasi dan komunikasi dasar.
Kemenag perlu memastikan bahwa persiapan untuk MI sesuai dengan kebutuhan guru kelas dan karakteristik peserta didik. Informasi mengenai jadwal, kuota, mekanisme peserta, serta materi pelatihan khusus guru MI sebaiknya mengikuti pengumuman resmi terbaru.
Apa yang Perlu Disiapkan Guru dan Madrasah?
Penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bukan hanya soal menambahkan jam pelajaran ke dalam jadwal sekolah. Madrasah juga perlu memastikan bahwa guru, materi pembelajaran, dan metode pengajaran saling mendukung.
Ada beberapa hal yang dapat menjadi fokus persiapan.
- Kompetensi guru: Guru perlu mengembangkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus keterampilan mengajarkannya kepada anak usia sekolah dasar.
- Metode pembelajaran: Materi dapat disampaikan melalui permainan edukatif, lagu, gambar, dialog sederhana, dan aktivitas yang mendorong siswa berani berbicara.
- Kesiapan kurikulum: Madrasah perlu menyesuaikan perencanaan pembelajaran dengan capaian pembelajaran dan ketentuan kurikulum yang berlaku.
- Sarana belajar: Buku, media visual, perangkat audio, dan sumber belajar lain dapat membantu memperkenalkan bahasa secara lebih menarik.
- Evaluasi kemampuan siswa: Penilaian perlu memperhatikan proses belajar dan perkembangan keterampilan, bukan hanya kemampuan menghafal kosakata.
Bagi madrasah yang belum memiliki guru khusus Bahasa Inggris, koordinasi dengan pihak terkait menjadi penting. Persiapan lebih awal dapat membantu sekolah menentukan kebutuhan pelatihan dan pembagian tugas guru.
Apakah Orang Tua Perlu Menyiapkan Anak Mengikuti Pelajaran Bahasa Inggris?
Orang tua tidak perlu menunggu tahun ajaran 2027/2028 untuk mengenalkan Bahasa Inggris kepada anak. Pembiasaan ringan di rumah bisa membantu siswa lebih nyaman ketika mulai belajar di kelas.
Anak dapat dikenalkan pada kosakata sederhana, seperti nama benda di rumah, warna, angka, anggota keluarga, dan ungkapan sapaan. Orang tua juga bisa menggunakan buku bergambar atau lagu anak berbahasa Inggris sesuai usia.
Namun, kegiatan tersebut sebaiknya tidak menjadi beban tambahan. Tujuan utamanya adalah membangun rasa ingin tahu dan keberanian anak menggunakan bahasa baru, bukan menuntut mereka langsung fasih.
Peran guru tetap penting untuk memastikan materi sesuai tingkat perkembangan siswa. Pembelajaran yang menyenangkan dan bertahap akan lebih membantu daripada latihan yang terlalu berat atau berorientasi pada hafalan semata.
FAQ Bahasa Inggris Wajib untuk Siswa SD dan MI
1. Kapan Bahasa Inggris menjadi mapel wajib di SD dan MI?
Bahasa Inggris beralih menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028.
2. Mulai kelas berapa Bahasa Inggris diwajibkan?
Kebijakan ini dimulai dari kelas 3 SD dan MI.
3. Apakah Bahasa Inggris sudah wajib pada tahun ajaran 2026/2027?
Belum. Berdasarkan ketentuan transisi, Bahasa Inggris masih menjadi mata pelajaran pilihan sesuai kesiapan satuan pendidikan hingga tahun ajaran 2026/2027.
4. Mengapa guru perlu mengikuti pelatihan?
Pelatihan membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan kompetensi pedagogik agar guru dapat menyampaikan materi secara efektif sesuai usia siswa.
5. Apakah Kemenag bekerja sama dengan British Council?
Ya. Kemenag telah menjalin kerja sama dengan British Council dan Kedutaan Besar Inggris untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah, termasuk pengembangan kompetensi guru.
Kesimpulan
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD dan MI mulai tahun ajaran 2027/2028. Perubahan ini memberikan waktu bagi sekolah dan madrasah untuk mempersiapkan guru, kurikulum, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Kemenag telah menjalin kerja sama dengan British Council untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah. Sementara itu, rincian pelatihan khusus bagi guru MI perlu merujuk pada pengumuman resmi agar informasi mengenai jadwal dan pesertanya tidak keliru.
Bagi orang tua dan pengelola madrasah, fokus persiapan sebaiknya bukan hanya pada penguasaan kosakata, tetapi juga pada pembelajaran yang bertahap, menyenangkan, dan sesuai usia siswa.